Menganalisis Unsur-unsur Syair yang Diperdengarkan

Tentu kamu pernah mengenal syair, tetapi apakah kamu pernah mendengarkan bagaimana pembacaan syair. Sebagai salah satu bentuk puisi lama, pembacaan syair jarang dilakukan.

Nah, dalam pembelajaran ini kamu akan mendengarkan pembacaan syair dan menganalis unsur-unsurnya. Topik yang akan menjadi pembahasan kali ini adalah (1) menemukan unsur-unsur syair dan (2) mendengarkan syair untuk menemukan unsur-unsurnya.

Menemukan Unsur-unsur Syair

Pada pembahasan sebelumnya kamu telah berlatih menemukan tema dan pesan syair yang diperdengarkan. Untuk menemukan tema dan pesan syair yang diperdengarkan, kamu harus mendengarkan pembacaan syair itu dengan cermat.

Kamu harus memahami kata demi kata, baris demi baris, dan bait demi bait dari syair yang kamu dengarkan agar dapat memahami isi syair. Dari pemahaman terhadap isi syair itulah kamu dapat menyimpulkan tema dan pesan syair.

Pada pembelajaran kali ini, kamu akan berlatih menganalisis unsur-unsur syair yang diperdengarkan. Unsur syair itu meliputi unsur bentuk dan unsur isi.
Unsur bentuk syair meliputi bentuk fisik syair (jumlah suku kata tiap baris, jumlah baris tiap bait, persajakan, hubungan antarbaris dalam satu bait) dan isi syair meliputi apa yang dikandung dalam unsur bentuk (yaitu tema dan pesan).
Kamu pasti pernah juga mendengar istilah syair. Syair berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata sya’ara yang berarti menembang (bertembang); bersyair berarti mengarang syair.

Oleh karena syair berasal dari bahasa Arab, tidak mengherankan apabila banyak kata-kata Arab yang masuk ke dalam syair yang sudah ada di Indonesia. Selain itu, tidak mengherankan pula apabila isi syair banyak bersinggungan dengan masalah keagamaan, khususnya Agama Islam.

Barangkali kamu pernah mendengarkan M.H. Ainun Najib bersyair (Jw.: syiiran) dengan Kiai Kangjeng, di antaranya yang berbunyi sebagai berikut.
Menganalisis Unsur-unsur Syair yang Diperdengarkan
Unsur-unsur Syair
TOMBO ATI
Allohumma shalli wa salim 'ala,
Sayyidina wa maulana muhammadin,
'Adada ma fi 'ilmillahi sholatan,
Daimatan bi dawami mughiladhi.

Tombo ati iku lima ing wernane,
Kaping pisan maca Qur'an lan maknane,
Kaping pindho dzikir wengi ingkang suwe,
Kaping telu weteng ira ingkang luwe.

Kaping pate solat wengi lakonana,
Kaping lima wong kang sholeh kumpulana,
Salah sawijine sapa bisa ngelakoni,
Insya Alloh Gusti Pangeran ngijabahi.


Terjemahan syair berbahasa Jawa tersebut sebagai berikut.

OBAT HATI

Allohumma shalli wa salaim 'ala,
Sayyidina wa maulana muhammadin,
'Adada ma fi 'ilmillahi sholatan,
Daimatan bi dawami mughiladhi.

Obat hati itu ada lima perkara
Yang pertama baca Qur'an dan maknanya
Yang kedua dzikir malam tidak alpa,
Yang ketiga seringkali berpuasa.

Yang keempat sholat malam laksanakan,
Yang kelima orang soleh jadi teman,
Salah satunya kamu bisa melakukan,
Insya Allah akan diridhoi Tuhan

Berdasarkan syair yang dilantunkan oleh Kiai Kanjeng seperti yang diperdengarkan tadi, selanjutnya tentukan bentuk fisik syair secara berkelompok!

Hasil Pengamatan terhadap Bentuk Fisik Syair

1. Jumlah baris setiap bait ada 4

2. Jumlah suku kata setiap baris 4 - 5

3. Persajakan a-a-a-a

4. Hubungan antarbaris dalam satu bait sampiran-isi

Mendengarkan Syair untuk Menganalisis Unsur-Unsurnya

Pujangga zaman dahulu banyak menghasilkan syair. Pujangga itu di antaranya Tulis Sutan Sati, Hamzah Fansuri, dan sebagainya.

0 Response to "Menganalisis Unsur-unsur Syair yang Diperdengarkan"

Post a Comment

Petunjuk Penulisan Komentar:
1. Siapapun boleh menuliskan komentar, bahkan sangat penulis harapkan.
2. Berikan kritik, masukan atau bahkan request dengan bahasa yang lugas dan santun.
3. Setiap bentuk link aktif, link mati, spam atau promosi apapun , mohon maaf, akan kami hapus.
4. Sikap santun akan memperindah citra Anda.
Terimakasih...