Pasar Persaingan Tak Sempurna; Pasar Monopoli, Oligopoli, dan Monopolistik

Kali ini kita akan membahas tentang Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Imperfect Competition Market); pasar monopoli, pasar oligopoli, pasar monopolistik, contoh pasar, ciri-ciri pasar, kelebihan, kelemahan, grafik kinked demand, grafik keuntungan maksimum pasar monopoli dan faktor penghambat teknis dan penghambat legal dalam pasar monopoli.



Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Imperfect Competition Market)
Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang tidak terorganisasi secara sempurna, atau bentuk pasar di mana salah satu ciri dari pasar persaingan sempurna tidak terpenuhi.

Pasar persaingan tidak sempurna terdiri atas pasar monopoli, oligopoli, dan pasar persaingan monopolistik.

a. Pasar Monopoli

Struktur pasar monopoli memiliki kondisi yang bertentangan dengan persaingan sempurna. Dalam pasar monopoli hanya terdapat satu perusahaan atau satu penjual. Misalnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah satu-satunya perusahaan pengelola listrik di Indonesia. Listrik adalah barang yang sangat vital dan tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat.
Pasar monopoli adalah suatu keadaan pasar di mana hanya ada satu kekuatan atau satu penjual yang dapat menguasai seluruh penawaran, sehingga tidak ada pihak lain yang menyainginya atau terdapat pure monopoly (monopoli murni).

Contoh pasar monopoli antara lain perusahaan negara, dan perusahaan minyak bumi serta gas alam.

Monopoli terjadi karena di pasar terdapat faktor-faktor yang menghambat (barrier to entry) yang mencegah penjual-penjual lain untuk memasuki pasar tersebut.

Sebab-sebab terjadinya pasar monopoli antara lain:

1) penguasaan bahan mentah,

2) penguasaan teknik produksi tertentu,

3) pemberian hak istimewa dari pemerintah (misalnya hak paten),

4) adanya lisensi (pemberian izin kepada perusahaan tertentu yang ditunjuk),

5) adanya monopoli yang diperoleh secara alamiah,

6) memiliki modal yang besar (karena penggabungan perusahaan)
,
7) memiliki prestasi dan keahlian yang tidak dimiliki orang lain,

8) adanya keterbatasan pasar.


Ciri-ciri Pasar Monopoli

Ciri-ciri pasar monopoli di antaranya sebagai berikut.

1) Di dalam pasar hanya terdapat satu penjual.

2) Jenis barang yang diproduksi tidak ada barang penggantinya (nosubstituties) yang mirip.

3) Adanya hambatan atau rintangan (barriers) bagi perusahaan baru yang akan masuk ke dalam pasar monopoli.

4) Penjual ini tidak memengaruhi harga serta output dari produk lain yang dijual dalam perekonomian.

5) Perusahaan merupakan penentu harga (price maker).

6)Promosi dan iklan kurang diperlukan.

Ada dua jenis faktor penghambat, yaitu penghambat teknis dan penghambat legal.

Faktor penghambat teknis dapat terjadi pada penjual yang mampu menghasilkan produk dengan cara-cara yang inovatif, misalnya menemukan cara berproduksi yang baru, menemukan teknologi atau menemukan faktor produksi yang baru.

Sedangkan faktor penghambat legal muncul bila penjual tunggal menghasilkan dan menjual produk dengan pemberian hak monopoli oleh pemerintah untuk menghasilkan dan menjual produk tersebut. Pemberian hak monopoli oleh pemerintah kepada penjual akan menutup kemungkinan penjual lain untuk menghasilkan dan menjual produk tersebut. Contohnya adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang diberi kekuasaan tunggal oleh pemerintah untuk mendistribusikan listrik di seluruh tanah air.

Faktor penghambat legal yang lain adalah apabila penjual tunggal menghasilkan produk dengan pemberian hak paten oleh pemerintah untuk menjual produk tersebut.

Hak paten adalah hak yang diberikan oleh pemerintah kepada seseorang atau produsen yang berhasil menemukan sesuatu yang sangat bermanfaat, seperti cara berproduksi baru, teknologi baru, atau faktor produksi baru. Pemberian hak paten akan menutup kemungkinan penjual lain untuk menghasilkan produk tersebut.

Pada pasar monopoli keuntungan maksimum dapat digambarkan sebagai berikut.

kurva keuntungan maksimum

Dari grafik keuntungan maksimum dapat dijabarkan sebagai berikut.

- Harga pembentuk saat kurva MC memotong kurva MR.

- Harga pasar setinggi OPl

- Kurva MC selalu memotong kurva AC pada titik yang terendah.

- Besarnya penerimaan total (TR) = bidang OP1C Q1

- Besarnya biaya total (TC) = bidang OP2BQ1

- Keuntungan maksimum sebesar = bidang P1P2BC.

Kelebihan Pasar Monopoli

Kebaikan pasar monopoli antara lain sebagai berikut.

1) Industri-industri yang berkembang banyak yang bersifat monopoli.

2) Mendorong untuk adanya inovasi baru agar tetap terjaga monopolinya.

3) Tidak akan mungkin timbul perusahaan-perusahaan yang kecil sehingga perusahaan monopoli akan semakin besar.

Kelemahan Pasar Monopoli 

Sementara itu, kelemahan pasar monopoli sebagai berikut.

1) Timbul ketidakadilan karena keuntungan banyak dinikmati oleh produsen.

2) Tidak efisiensinya biaya produksi, karena perusahaan monopoli tidak memanfaatkan secara penuh penghematan ongkos produksi atau sering disebut timbulnya pemborosan.

3) Konsumen merasa berat karena harus membeli barang dengan harga sangat tinggi oleh perusahaan monopoli.

4) Adanya unsur eksploitasi terhadap konsumen dan pemilik faktor-faktor produksi.

Untuk mencegah timbulnya dampak negatif adanya monopoli, maka pemerintah harus ikut campur tangan, misalnya dalam hal penetapan harga maksimum dan penetapan Undang-Undang Antimonopoli atau UU yang mengatur eksporimpor.

b. Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah suatu keadaan pasar di mana terdapat beberapa produsen atau penjual menguasai penawaran, baik secara independen (sendiri-sendiri) maupun secara diam-diam
bekerja sama.

Contoh pasar oligopoli antara lain pasar bagi perusahaan industri motor, industri baja, industri rokok, dan industri sabun mandi.

Ciri-ciri Pasar Oligopoli

Ciri-ciri pasar oligopoli di antaranya sebagai berikut.

1) Terdapat sedikit penjual (3 sampai dengan 10) yang menjual produk substitusi, artinya yang mempunyai kurva permintaan dengan elastisitas silang (cross elasticity of demand) yang tinggi.

2) Terdapat rintangan untuk memasuki industri oligopoli. Hal ini karena perusahaan yang ada dalam pasar hanya sedikit.

3) Keputusan harga yang diambil oleh suatu perusahaan harus dipertimbangkan oleh perusahaan yang lain dalam industri.

4) Terdapat kenaikan harga (inflasi) yang merugikan masyarakat secara makro.

Berdasarkan ciri tersebut, maka seorang ahli ekonomi P. Sweezy memperkenalkan kurva permintaan patah (Kinked Demand). Menurutnya, kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan oligopoli patah pada satu titik harga tertentu untuk mencerminkan perilaku produsen oligopoli.
kurva permintaan patah

Asumsi tentang teori kurva permintaan patah di antaranya:

1) industri telah dewasa, baik dengan diferensiasi produk maupun tanpa diferensiasi produk,

2) jika suatu perusahaan menurunkan harga, maka perusahaan lainnya akan mengikuti dan menandingi penurunan harga tersebut,

3) jika perusahaan menaikkan harga, maka perusahaan lainnya dalam industri tidak akan mengikutinya.

Kurva permintaan patah tampak pada gambar di samping sebagai berikut.

Kelebihan Pasar Oligopoli 

1) Industri-industri oligopoly bisa mengadakan inovasi dan penerapan teknologi baru yang paling pesat,

2) Terdorong untuk berlomba penemuan proses produksi baru dan penurunan ongkos produksi,

3) Lebih mampu menyediakan dana untuk pengembangan dan penelitian.

Kelemahan Pasar Oligopoli

Adapun kelemahannya antara lain sebagai berikut.
1) Kemungkinan adanya keuntungan yang terlalu besar (excess profit) yang dinikmati produsen.

2) Tidak efisiensi produksi karena setiap produsen tidak beroperasi pada biaya rata-rata yang minimum.

3) Kemungkinan adanya eksploitasi konsumen maupun buruh.

4) Terdapat kenaikan harga (inflasi) yang merugikan masyarakat secara makro.

c. Pasar Monopolistik

Pasar persaingan monopolistik adalah pasar yang terjadi bila dalam suatu pasar terdapat banyak produsen, tetapi ada diferensiasi produk (perbedaan merk, bungkus, dan sebagainya) di antara produk-produk yang dihasilkan oleh masing-masing produsen.

Jadi, model pasar persaingan monopolistik pada dasarnya sama dengan model pasar persaingan sempurna, hanya saja dalam pasar monopolistik diperkenalkan adanya diferensiasi produk, sehingga produk yang dijual bersifat heterogen (beragam).

Istilah diferensiasi produk di sini ditentukan secara riil dua barang yang tidak berbeda, namun dapat dianggap berbeda oleh konsumen. Pasar ini juga mengakui adanya kekuasaan monopoli tertentu yang timbul dari penggunaan merk dan tanda dagang yang berbeda.

Oleh sebab itu, kurva permintaannya mempunyai kemiringan negatif.

Contoh pasar persaingan monopolistik adalah rumah makan, tukang cukur, dan perusahaan angkutan.

Kelebihan Pasar Monopolistik

Kebaikan pasar monopolistik antara lain sebagai berikut.

1) Konsumen memiliki banyak pilihan barang.

2) Produsen dapat menentukan harga sendiri-sendiri dalam satu pasar karena tidak ada persaingan.

3) Masing-masing monopolistik mempunyai keuntungansendiri-sendiri karena memiliki pasar (konsumen) sendirisendiri.


Kelemahan Pasar Monopolistik

Sementara itu, kelemahannya antara lain sebagai berikut.

1) Tidak efisiennya produksi karena produsen tidak berproduksi dengan biaya rata-rata (AC) yang
minimum.

2) Terlalu banyak perusahaan kecil.

3) Konsumen masih harus membayar harga produk yang lebih tinggi dari biaya produksi untuk menghasilkan produk tersebut, atau P lebih besar dari MC.

Untuk menambah wawasanmu tentang struktur pasar, dalam pembahasan kali ini juga akan dikemukakan pembagian struktur pasar menurut H. Von Stackelberg.


0 Response to "Pasar Persaingan Tak Sempurna; Pasar Monopoli, Oligopoli, dan Monopolistik"

Post a Comment

Petunjuk Penulisan Komentar:
1. Siapapun boleh menuliskan komentar, bahkan sangat penulis harapkan.
2. Berikan kritik, masukan atau bahkan request dengan bahasa yang lugas dan santun.
3. Setiap bentuk link aktif, link mati, spam atau promosi apapun , mohon maaf, akan kami hapus.
4. Sikap santun akan memperindah citra Anda.
Terimakasih...